DARI KAMI
Dalam buku barunya yang berjudul Belajar Dari Akhlaq Ustadz Salafi (BAUS), saudara Abduh Zulfidar Akaha masih pada kebiasaan lamanya, yaitu senantiasa menggiring pembaca untuk sampai pada kesimpulan-kesimpulan yang dia maukan, seperti : menuduh Al-Ustadz Luqman berdusta, beliau menuduh tanpa bukti dan fakta, menjatuhkan kredibilitas beliau, atau meragukan keabsahan data dan bukti yang ditampilkan oleh beliau, yang itu semua dilakukan dengan gaya bahasa dan cara-caranya yang penuh jebakan dan permainan. Maka kami ingin mencoba menampilkan beberapa contoh kecil yang akan membantu para pembaca mengetahui gaya dan cara saudara Abduh yang penuh jebakan tersebut. Insya Allah kami akan bawakannya dalam beberapa tulisan/artikel. Semoga bermanfaat.
1. Keabsahan Penegasan Asy-Syaikh 'Abdul Muhsin Al-'Abbad hafizhahullah yang diragukan
2. Cara Abduh Zulfidar Akaha Mengabaikan Kemanusiaan Seorang Manusia
3. Benarkah Pustaka Qaulan Sadida Mengkritik Pustaka Al-Kautsar??
Untuk memudahkan para pembaca berikut tulisan berseri dalam arsip catatan baus kami buat dalam format pdf

sekelumit catatan untuk Abduh Zulfidar Akaha

4. Masih Membahas Masalah-Masalah Sepele (1)
5. Masih Membahas Masalah-Masalah Sepele (2)
6. Masih Membahas Masalah-Masalah Sepele (3)
7. Masih Membahas Masalah-Masalah Sepele (4)

Demikianlah, saudara Abduh ZA dalam STSK-nya sangat telaten dan bersemangat dalam mencari dan menunjukkan kesalahan-kesalahan sepele yang ada dalam buku MAT. Saking bersemangatnya untuk bisa mengesankan kepada pembaca tentang kekurangan dan kesalahan dalam MAT, saudara Abduh Zulfidar Akaha pun tidak melewatkan kesalahan-kesalahan ketik dan hal-hal tidak perlu lainnya, yang menurut orang awam pun sangat sepele dan berlebihan. Sehingga urusan huruf (s) kecil atau huruf (S) besar pun tidak ia lewatkan. Perhatikan contoh catatan kaki yang bertebaran di STSK : selengkapnya »

Kemudian tidak kalah lucu dan menggelikan, adalah bagaimana dia membela diri atas kesalahan dalam penyebutan nomor hadits. Duduk perkaranya, adalah ketika saudara Abduh menyebutkan takhrîj hadits dalam salah satu catatan kaki di STSK-nya, yaitu catatan kaki no. 24 sebagai berikut :

Sunan Abi Dawud/Kitab Al-Adab/Bab Fi Husni Al-’Usyrah/hadits nomor 4156. Syaikh Al-Albani menshahihkan hadits ini dalam Shahih Abi Dawud/Jilid 3/hlm 909/hadits nomor 4005.”
[cetak tebal dari saya]

selengkapnya »

[Berterus terang Telah Berdusta Atas Nama Asy-Syaikh Al-Albâni]

Demikianlah, saudara Abduh ZA dalam BAUS-nya dengan kepiawaiannya yang khas terus melakukan pembelaan diri. Baik dalam catatan kaki maupun dalam pembahasan-pembahasan khusus. Namun sayang, semakin dia membela diri justru semakin membongkar kedustaan dan kesalahan dia. Ambil contoh, misalnya : selengkapnya »

Abduh Zulfidar Akaha yang pada Catatan I–nya dalam BAUS menyoal Al-Ustadz Luqman karena ia anggap telah mengabaikan kemanusian seorang manusia, ternyata dia sendiri dalam BAUS -nya ini pula tidak melewatkan untuk mengungkit masalah-masalah sepele yang merupakan kesalahan manusiawi. Seperti biasa, dia melakukannya dengan caranya yang ‘halus’.
Contohnya : Pada halaman 19. Abduh ZA mengomentari perkataan Al-Ustadz Luqman dalam MDMTK : selengkapnya »

Berikutnya, Abduh Zulfidar meletakkan pembahasan : Catatan 2 Pustaka Qaulan Sadida pun Bicara Tanpa Ilmu. Di sini Abduh mempunyai gaya tersendiri dalam menjatuhkan suatu penerbit buku, dalam hal ini Pustaka Qaulan Sadida.

Abduh mengawali pembahasannya dengan mengatakan :

“Kami tidak mengetahui dan tidak mendengar serta belum pernah melihat buku-buku apa saja yang telah diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Qaulan Sadida yang berada di kota Malang, Jawa Timur, ini selain dua buku saja. Kedua buku tersebut yaitu, “Sebuah Tinjauan Syari’at Mereka Adalah Teroris!” dan “Menebar Dusta Membela Teroris Khawarij.” … .”
[BAUS hal. 15]

selengkapnya »

Manusia memang tempatnya salah dan lupa. Tidak ada yang sempurna. Mengingat hal ini, dalam pengantar bukunya Mereka Adalah Teroris! Al-Ustadz Luqman mengatakan :”Penulis menyadari, bahwa apa yang tersajikan di hadapan pembaca kali ini, masih belum sempurna, atau bahkan jauh dari sempurna. Karena itu kami pun mohon ma’af yang sebesar-sebesarnya kepada segenap pembaca sekalian. Segala kritik dan saran yang ilmiah dan membangun akan kami terima dengan lapang dada.” [MAT cet-I/hal. 9] selengkapnya »

Oleh : Abu ‘Amr Ahmad Alfian

Sebagaimana dalam buku STSK-nya, saudara Abduh Zulfidar Akaha apabila terdesak oleh suatu data atau fakta yang menunjukkan atau membongkar kebatilan paham IM dan tokoh-tokohnya yang ia bela, maka dengan segala cara ia berupaya untuk membela diri dari data atau fakta tersebut. Contoh mudahnya, ketika Al-Ustadz Luqman dalam MAT-nya menampilkan fatwa Hai`ah Kibâril ‘Ulamâ` tentang pencekalan terhadap DR. Salmân Al-’Audah dan DR. Safar Al-Hawâli, maka dengan segala cara saudara Abduh berupaya mementahkan dan menafikan data tersebut. Dalam hal ini, memang saudara Abduh memiliki “keahlian” tersendiri untuk bisa menciptakan opini yang berujung kepada kesimpulan : keabsahan surat fatwa Hai`ah Kibâril ‘Ulamâ` tersebut diragukan keabsahannya, bahkan dengan tegas ia mengatakan ini sebagai “Kedustaan Atas Nama Syaikh Bin Baz (dan Hay`ah Kibar Al-Ulama).” [STSK hal. 144-159]. Dengan demikian otomatis kredibilitas Al-Ustadz Luqman pun berhasil ia jatuhkan. Alhamdulillâh dengan taufiq dari Allah, segala tipu daya saudara Abduh itu telah dijawab dengan sangat jelas dan memuaskan oleh Al-Ustadz Luqman dalam MDMTK-nya. selengkapnya »

g. Muhammad Al-Mis’ari
Muhammad Al-Mis’ari, salah seorang tokoh Hizbut Tahrir sebagaimana pengakuannya sendiri, telah mengucapkan kata-kata keji dalam melecehkan tiga tokoh besar Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Berikut ucapannya yang telah kami nukilkan dalam MAT hal. 306-307 (cet. I) atau hal. 318-319 (cet. II) [dengan kami beri cetak tebal pada kata-kata yang menunjukkan ucapan keji] 263) : selengkapnya »

c.    Aiman Azh-Zhawahiri
Perhatikan, bagaimana Aiman menjuluki para ‘ulama yang duduk dalam Hai‘ah Kibaril ‘Ulama‘ sebagai para pegawai. [lihat MAT hal. 222 (cet. I) atau hal. 233 (cet. II)].
Aiman berkata:
“…, sedang mereka para pegawai itu tidak berkata sepatah katapun dalam masalah ini.” selengkapnya »

b.    Usamah bin Laden:
Berikut beberapa ucapan keji Usamah bin Laden dalam mencaci maki dan melecehkan seorang imam besar Ahlus Sunnah wal Jama’ah abad ini: Al-Imam Al-’Allamah ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz v. [lihat buku MAT hal. 252 (cet. I) atau 264 (cet. II)]. selengkapnya »

« sebelumnya    
SITUS RESMI MEREKA ADALAH TERORIS is based on WordPress