Pendahuluan

إِنَّ الْحَمْدَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. أَمَّا بَعْدُ

Sungguh suatu kedusataan dan penipuan terhadap umat yang sangat besar yang dilakukan oleh salah seorang aktor Bom Bali, Imam Samudra, di dalam bukunya “Aku Melawan Teroris”. Dengan itu ia hendak membalik opini agar aksi teror bom Bali yang ia lakukan menjadi benar dan patut didukung.

Di samping itu upaya justifikasi terhadap berbagai aksi teror dan terhadap para teroris yang dilakukan oleh para neo-khawarij sedemikian gencar dipropagandakan kepada umat. Lanjutkan membaca Pendahuluan

Mereka Adalah Teroris – Bantahan atas Teroris

Ideologi dan aliran sesat Khawarij telah diperangi dan ditumpas oleh para shahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam di Nahrawan pada masa pemerintahan Khalifah ‘Ali bin Abi Thalib. Namun aqidah dan pemikiran khawarij tidak akan pernah terputus dan terhenti dengan meninggalnya tokoh-tokoh mereka, sebagaimana telah diberitakan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam.

Pemikiran dan aqidah sesat ini terus menjalar menjadi bahaya laten bagi umat Islam, yang sewaktu-waktu siap muncul dan memakan korban! Pekerjaan dan ciri khas mereka sama, yaitu mengkafirkan pemerintah kaum muslimin dan orang-orang yang pro dengan pemerintah, memberontak terhadap pemerintah kaum muslimin, menghalalkan darah dan harta kaum muslimin, serta membolehkan membunuh anak-anak kaum muslimin. Lanjutkan membaca Mereka Adalah Teroris – Bantahan atas Teroris