-
-
Halaman Utama
Menu
- DARI PENERBIT (2)
- M. NEO-KHAWARIJ (3)
- MENEBAR DUSTA (16)
- Menyikap Terorisme (9)
- MEREKA ADALAH TERORIS (1)
- PENGANTAR (4)
- RESENSI (4)
- Sekelumit Catatan BAUS (7)
- Tak Berkategori (1)
- Tragedi Palestina (14)
-
Admin
-
Counter
-
Google Salaf
-
cari
-
Terbaru...
- Benarkah Syaikh Muqbil Mengajarkan Terorisme?
- Benarkah Syaifudin Zuhri Murid Syaikh Muqbil?
- Sikap Asy-Syaikh Muqbil terhadap Usamah bin Laden
- Download Mengenal Lebih Dekat Asy-Syaikh Muqbil
- Mengenal Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i
- Syi’ar Islam, bukan Ciri-Ciri Teroris!!
- Sikap terhadap Aksi Terorisme - Khawarij
- MENYIKAPI AKSI-AKSI TERORIS KHAWARIJ
- Agar Anak Tidak Menjadi TERORIS
- Sikap Terhadap Penjajahan Yahudi Bag-10
- Sikap Terhadap Penjajahan Yahudi Bag-9
- Sikap Terhadap Penjajahan Yahudi Bag-8
- Sikap Terhadap Penjajahan Yahudi Bag-7
- Sikap Terhadap Penjajahan Yahudi Bag-6
- Sikap Terhadap Penjajahan Yahudi Bag-5
Arsip
- Oktober 2009 (3)
- September 2009 (4)
- Agustus 2009 (2)
- Januari 2009 (15)
- April 2008 (9)
- Maret 2008 (9)
- Februari 2008 (1)
- September 2007 (3)
- Juni 2007 (12)
- Mei 2007 (1)
- Maret 2007 (1)
-
Bingkisan Abduh
Jawabannya: karena mereka hendak memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak dengan apa yang diajarkan dan diamalkan oleh generasi salaf. Masing-masing kelompok memiliki pemahaman yang berbeda terhadap nash-nash Al-Qur’an dan Al-Hadits serta cenderung bertabrakan satu sama lain sesuai dengan kepentingan kelompoknya masing-masing. Tiap-tiap kelompok menggunakan nash-nash Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai tameng untuk melindungi penyimpangan dan kesesatan mereka. Dengan cara meletakkannya tidak pada tempatnya, tidak sesuai dengan apa yang telah dipahami, disampaikan dan diamalkan oleh generasi as-salafush shalih. Padahal Rasulullah
sebagai junjungan dan penuntun kita, ketika menjelaskan akan munculnya perpecahan yang akan menimpa umat ini menjadi 73 kelompok, dan beliau
ditanya tentang ciri-ciri serta kriteria satu-satunya kelompok yang selamat, dengan tegas beliau
menjawab:
![]()
“Mereka (kelompok yang selamat itu) adalah orang-orang yang kondisinya berada di atas apa yang aku dan para shahabatku berada di atasnya pada hari ini.” [HR. Ath-Thabarani]
Begitu pula ketika beliau
mengabarkan kepada para shahabatnya bahwa mereka akan menyaksikan perselisihan yang banyak, dengan tegas beliau memerintahkan para shahabatnya untuk berpegang pada prinsip/manhaj para Al-Khulafa‘
bersabda:

Namun hawa nafsu hizbiyyah (semangat kekelompokan) yang membutakan telah menghalangi mereka dari mengikuti jejak generasi yang telah dipuji oleh Rasulullah
dan dijadikan sebagai barometer kebenaran dalam memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sikap seperti itu menggiring mereka untuk terus lebih mengedepankan logika dan cara pandang kelompoknya dibanding pemahamanan generasi as-salafush shalih. Sehingga mereka terus berada dalam kungkungan perpecahan dan sikap ‘ashabiyyah (sikap membela kelompok secara membabi buta).




