-
-
Halaman Utama
Menu
- DARI PENERBIT (2)
- M. NEO-KHAWARIJ (3)
- MENEBAR DUSTA (16)
- Menyikap Terorisme (9)
- MEREKA ADALAH TERORIS (1)
- PENGANTAR (4)
- RESENSI (4)
- Sekelumit Catatan BAUS (7)
- Tak Berkategori (1)
- Tragedi Palestina (14)
-
Admin
-
Counter
-
Google Salaf
-
cari
-
Terbaru...
- Benarkah Syaikh Muqbil Mengajarkan Terorisme?
- Benarkah Syaifudin Zuhri Murid Syaikh Muqbil?
- Sikap Asy-Syaikh Muqbil terhadap Usamah bin Laden
- Download Mengenal Lebih Dekat Asy-Syaikh Muqbil
- Mengenal Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i
- Syi’ar Islam, bukan Ciri-Ciri Teroris!!
- Sikap terhadap Aksi Terorisme - Khawarij
- MENYIKAPI AKSI-AKSI TERORIS KHAWARIJ
- Agar Anak Tidak Menjadi TERORIS
- Sikap Terhadap Penjajahan Yahudi Bag-10
- Sikap Terhadap Penjajahan Yahudi Bag-9
- Sikap Terhadap Penjajahan Yahudi Bag-8
- Sikap Terhadap Penjajahan Yahudi Bag-7
- Sikap Terhadap Penjajahan Yahudi Bag-6
- Sikap Terhadap Penjajahan Yahudi Bag-5
Arsip
- Oktober 2009 (3)
- September 2009 (4)
- Agustus 2009 (2)
- Januari 2009 (15)
- April 2008 (9)
- Maret 2008 (9)
- Februari 2008 (1)
- September 2007 (3)
- Juni 2007 (12)
- Mei 2007 (1)
- Maret 2007 (1)
-
Bingkisan Abduh
الحمد لله رب العالمين، و العاقبة للمتقين.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له
و أشهد أن مجمدا عبده و رسوله،
صلى الله عليه و على آله و صحبه و سلم. أما بعد :
Alhamdulillah, situs www.merekaadalahteroris.com kini tampil di hadapan anda sekalian dengan wajah baru. Hal ini dalam rangka merespon masukan para pengunjung yang menginginkan agar situs ini semakian diperindah tampilannya dan dilengkapi dengan menu-menu up to dates (baru). Kami menyadari sepenuhnya bahwa tampilan lama situs ini masih jauh dari kesempurnaan, disebabkan berbagai kendala teknis dan keterbatasan yang ada. Selanjutnya kami mengucapkan jazakumullah khairan (semoga Allah membalas dengan kebaikan) dan penghargaan yang besar kepada para pengunjung yang telah memberikan inspirasi, dorongan, dan dukungan, yang secara langsung maupun tidak telah memacu kinerja kami.
Kami minta ma’af kepada para pengunjung atas keterlambatan dalam merespon aspirasi para pengunjung, terutama yang ada di guestbooks (buku tamu). Terkhusus, para pengunjung yang menyampaikan nada-nada kritik. Telah banyak pula suara yang masuk, bahwa kami tidak fair dalam hal ini karena tidak “berani” menampilkan suara-suara yang bernada kritik.
Kritikan-kritikan yang masuk itu semakin menunjukkan kepada kami bahwa kebanyakan para pembaca masih belum memahami dengan baik dan benar manhaj (metode berpikir) Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, terutama berkaitan dengan manhaj Al Jarh wat Ta’dil (mengkritik dan menyanjung) yang telah dijabarkan oleh para ‘ulama ahlus sunnah.
Di antara sebab utama terjadinya itu, karena umat sudah semakin jauh dari bimbingan para ‘ulama ahlus sunnah. Mereka lebih cenderung memahami dan mengamalkan agama ini menurut pendapat atau prasangka masing-masing. Kondisi ini semakin diperparah dengan munculnya “ulama” atau “da’i-da’i” gadungan yang berbicara tentang agama tanpa ilmu dan bimbingan salaful ummah.
Di sisi lain, setelah kami teliti beberapa pertanyaan dan kritik yang masuk, ternyata sudah terjawab dalam buku. Sehingga kemungkinan besar mereka belum membaca buku ini secara komperhensif. Akibat membaca secara parsial atau tidak membacanya sama sekali, melahirkan kesimpulan-kesimpulan “prematur”, contohnya adalah buku bantahan ini dianggap sebagai bentuk dukungan dan legimitasi tindakan Amerika Serikat dan sekutunya, atau dianggap anti jihad, dan seterusnya. Padahal kalau mereka jeli, sejak lembaran awal buku ini, penulis telah berdo’a untuk kehancuran Amerika dan musuh-musuh Islam yang lainnya, di beberapa tempat lainnya penulis juga menyatakan sebagai musuh Islam dan muslimin, bahkan dengan tegas penulis telah membantah orang yang menyatakan bahwa perselisihan Islam dengan Yahudi bukan perselisihan agama. Oleh karena itu kami menghimbau kepada para pengunjung agar jangan berkomentar sebelum membaca buku dengan seksama.
Dalam situs ini sengaja kami tidak menampilkan semua suara kritik yang masuk sebagaimana halnya suara dukungan. Hal itu disebabkan suara-suara yang masuk kebanyakan berisi caci makian, celaan, umpatan, dan semisalnya, yang semua itu sangat jauh dari sikap adil dan ilmiah. Sehingga kalaupun ditampilkan atau ditanggapi tidak akan banyak memberikan manfaat. Justru sebaliknya, hal itu akan menyebabkan situs ini dijadikan sebagai ajang saling caci dan saling umpat, yang pasti tidak akan ada ujung pangkalnya dan tidak akan selesai. Tentu hal ini tidak kita harapkan. Kita telah dibimbing oleh Allah dalam menghadapi hujatan dan cacimakian orang-orang jahil, yaitu dalam firman-Nya:
Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling darinya dan berkata: ‘bagi kami amal-amal kami dan bagi kalian amal-amal kalian, kesejahteraan atas kalian, dan kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil.’ [Al Qashash : 55]
Di antara contoh komentar yang berisi caci makian dan tidak perlu ditanggapi adalah:
“allahu akbar! ane bangga dengan teroris, sebab dengan teror ane bisa menggetarkan musuh-musuh allah, ane tanya siapa diantara antum semua yang pernah menembakan sebutir peluru untuk berjihad di afghan? iraq?palestina?, ane tanya bagaimana hukum orang kafir masuk ke tanah arab hijaz bukankah itu haram? siapa yang bembolehkan mereka masuk ke jazirah arab, bukan thoguts saudi alu su’ud, kami bangga dengan teroris kami bangga dengan khawarij sebab antum semua adalah murjiah, muuuuuuuurjiiiiiiiiaaaaaaah!!!!!”
Komentar ini sekaligus menunjukkan kejahilan pengucapnya sehingga sulit untuk diajak bicara secara ilmiah.
Namun di sana ada beberapa kritikan yang kami anggap perlu untuk ditanggapi. Dari sekian banyak kritikan tersebut berisi sama dan bisa dikelompokkan dalam tema yang sama. Tanggapan itu kami kemas dalam artikel-artikel singkat namun padat, sehingga beberapa pertanyaan/kritik yang bertema sama ditanggapi dalam satu artikel. Jawaban itu kami sajikan di menu pulldown di directory komentar.
Secara garis besar, kritik yang masuk kepada kami berkisar pada:
- Mempertanyakan sikap terhadap AS dan sekutunya.
- Apakah tidak semua orang kafir boleh diperangi.
- Ketidakfahaman tentang kewajiban nesehat dan membantah kebatilan. Hal itu ternyata difahami sebagai sikap tuding menuding dan saling menyalahkan.
- Mempertanyakan tentang hukum jihad hari ini.
- Pencampuradukan antara sikap loyal terhadap orang kafir dengan beberapa permasalahan ilmiah.
- Bukti Hasan Al Banna, Sayyid Quthb, dll itu tokoh-tokoh sesat.
Kami berharap kepada para pengunjung kritik dan saran yang membangun, bukan umpatan dan cacian yang sama sekali tidak ilmiah. Demikian pengantar dari kami, semoga apa yang kami sajikan memuaskan para pengunjung sekalian.




