Mengkritik dan menerangkan penyimpangan seseorang agar umat tidak terjatuh dalam penyimpangan yang dilakukannya merupakan salah satu prinsip yang sangat penting dalam da’wah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Namun bagi sebagian orang, kritik dan bantahan terhadap kebatilan dan para pembawanya terasa begitu berat. Ketika ada tokoh dari ahlul bid’ah sedang dibeberkan kesesatan dan kesalahannya secara ilmiah berdasarkan dalil-dalil Al Qur’an dan As Sunnah, mereka anggap orang yang menjelaskan kesesatan dan penyimpangan tersebut sebagai penghujat, zhalim, mulutnya kotor, tidak berakhlaq mulia, dan sebagainya. Berbagai alasan dikemukan karena “keberatan” terhadap prinsip tersebut, di antaranya:

  • “Tidak perlu saling menuding sesat, biarlah kita lakukan apa yang kita yakini sebagai kebenaran”
  • “Dalam Al Qur’an kita dilarang untuk saling mengolok-olok”
  • “Jangan kalian memecah belah persatuan umat”
  • At Ta’shil : Membangun prinsip dan pedoman dalam perkara yang haq serta menjelaskannya.

و اتل عليهم نبأ الذي ءاتيناه ءاياتنا فانسلخ منها فأتبعه الشيطان فكان من الغاوين. و لو شئنا لرفعناه بها و لكنه أخلد إلى الأرض و اتبع هواه، فمثله كمثل الكلب إن تحمل عليه يلهث أو تتركه يلهث، ذلك مثل القوم الذين كذبوا بئاياتنا، فاقصص القصص لعلهم يتفكرون

Inilah contoh celaan dan kritik yang sangat tajam serta tahdzir yang sangat pedas dalam Al Qur’an dari kebatilan dan orang-orangnya.
Allah juga menegaskan untuk menjauhi dan memboikot ahlul bid’ah:

  1. Tahriful Ghalin (pemutarbalikan pengertian agama yang dilakukan oleh para ekstrimis).
  2. Intihalul Mubthilin (Kedustaan orang-orang sesat yang mengatasnamakan agama)
    
SITUS RESMI MEREKA ADALAH TERORIS is based on WordPress