Isu terorisme kembali menghangat di negeri ini setelah meledaknya bom Bali II pada 1 Oktober 2005 yang lalu. Alhamdulillah, kali ini Pemerintah Republik Indonesia bertindak tegas. Pemerintah menginstruksikan kepada Polri dan TNI untuk meningkatkan keseriusan dalam upaya menumpas para teroris tersebut. Pemerintah juga mengajak kepada masyarakat Indonesia untuk bersama-sama memerangi terorisme.
Berkat hidayah dan taufiq dari Allah , beberapa waktu terakhir ini Pemerintah RI melakukan tindakan nyata untuk menumpas jaringan teroris-khawarij. Apa yang dilakukan pemerintah tersebut bukan kezhaliman ataupun pelanggaran terhadap HAM. Tapi itu merupakan tindakan yang sejalan dengan perintah dan sunnah Rasulullah . Sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah di dalam sabdanya :

Maka jika kalian mendapati mereka (khawarij), perangilah mereka! Karena sesungguhnya orang-orang yang memerangi mereka akan mendapat pahala di sisi Allah pada hari kiamat. [Muttafaqun ‘alaihi]

Semoga Allah terus memberikan bimbingan dan hidayah-Nya kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk senantiasa menegakkan dan membela Al Haq, serta melindunginya dari makar-makar kaum kafir dan ahlul batil yang merongrongnya.
Tentu saja, berbagai peristiwa teror yang terjadi di negeri ini membuat umat Islam takut, sedih, dan terluka. Dan tentunya kita semua lebih bersedih, ketika ternyata banyak dari anak-anak muslimin yang terlibat dalam aksi-aksi keji tersebut. Lebih menyedihkan lagi, ternyata aksi teror tersebut mereka yakini sebagai ajaran Islam. Padahal terorisme itu murni bersumber dari aliran sesat khawarij. Di antara ciri yang menonjol pada aliran sesat ini adalah dengan mudahnya mengkafirkan sesama muslim dan memberontak kepada pemerintah muslim. Mereka cenderung ekstrim dan berlebihan dalam menilai dan menyikapi berbagai kemungkaran yang terjadi, tanpa mau melihat lebih seksama lagi bagaimana bimbingan syari’at dalam menyikapi kemungkaran tersebut. Mereka tidak mau mendengar nasehat dan bimbingan para ‘ulama ahlus sunnah, dan lebih cenderung mengedepankan logika dan emosinya.

Karena itu, sikap meruju’ kepada Al Qur’an dan As Sunnah sesuai dengan apa yang telah difahami dan diaplikasikan oleh salaful ummah merupakan keharusan dan kebutuhan yang sangat mendesak dalam upaya mengobati dan menjawab berbagai problem umat dewasa ini. Demikian juga meruju’ pada nasehat para ‘ulama ahlus sunnah wal jama’ah merupakan suatu kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan.
………
Perlu penulis ingatkan, bahwa ideologi khawarij tidaklah mati. Ia akan terus tumbuh, dan terus menjadi bahaya laten terhadap umat. Demikian juga ideologi teroris-khawarij pada masa ini, ia tidak berhenti dengan tewasnya tokoh-tokoh utama mereka. Satu tokoh tewas, seribu kader mereka yang tak kalah radikal dan militan terus bermunculan, sebagaimana hal ini telah ditegaskan oleh Rasulullah .

Akan muncul satu generasi yang membaca Al Qur’an namun tidak memahaminya. Setiap kali muncul sekelompok dari mereka pasti tertumpas. Ibnu ‘Umar berkata : Saya mendengar Rasulullah mengulang kalimat : “. Setiap kali muncul sekelompok dari mereka pasti tertumpas” lebih dari 20 X. kemudian beliau berkata : Hingga muncullah Dajjal dalam barisan mereka” [HR. Ibnu Majah 144]

Mereka senantiasa siap melancarkan teror fisik. Tak kalah berbahayanya pula, teror pemikiran yang juga terus mereka lancarkan kepada umat. Masih banyak lagi kebatilan dan syubhat yang siap mereka tebarkan dalam rangka menjustifikasi ideologi dan tindakan-tindakan sesat mereka, yang dituangkan dalam buku-buku, selebaran, kaset, VCD, ceramah, orasi, internet dan yang lainnya. Satu syubhat dan kebatilan mereka terbantahkan, maka di sana masih banyak ribuan syubhat dan kebatilan yang siap mereka tebarkan. Medan teror pemikiran ini lebih luas dan lebih berbahaya daripada teror fisik.

Karena itu, penulis menasehatkan kepada kaum muslimin, untuk tidak membaca dan menghindari segala sarana dan media yang berisikan kebatilan dan syubhat dari para pengusung dan pembela aliran sesat. Demikian juga hindari penerbit-penerbit dan situs-situs yang aktif menyebarkan pemikiran-pemikiran sesat tersebut. Karena hati itu lemah sementara syubhat itu menyambar-nyambar bagaikan petir.

Wajib pada segenap pemilik toko buku dan perpustakaan untuk membersihkan toko buku dan perpustakaannya dari buku-buku yang memuat teror pemikiran. Demikian juga sebagai suatu kewajiban waliyyul amr untuk menghadang dua bentuk teror tersebut di atas.

Terakhir yang perlu penulis sampaikan melalui kesempatan ini adalah:

“Dan saya menegaskan bahwa perselisihan kita dengan Yahudi bukanlah perselisihan agama, karena Al Qur’anul Karim meng-himbau terwujudnya hubungan kasih dan persahabatan dengan mereka. Syari’at Islam itu adalah syari’at kemanusiaan, sebelum dia sebagai syari’at kebangsaan. Dan Al Qur’an pula telah memuji mereka (kaum Yahudi) dan telah menjadikan adanya bentuk kesamaan antara kita dengan mereka”.134)

Statemen ini dia ucapkan ketika dia mewakili harakah-harakah Islamiyyah dalam pertemuan dengan sebuah organisasi gabungan Amerika-Inggris terkait dengan kasus Palestina yang diadakan di Mesir.

Pernyataan senada juga diucapkan oleh Yusuf Al Qaradhawi, : “…Kami tidak memerangi Yahudi karena alasan aqidah, namun kami memerangi Yahudi karena alasan tanah…” [dimuat dalam Harian Ar Rayah no. 4696, 24/8/1415 H - 25/1/1995 M]

Jelas ini merupakan ucapan batil, yang mengandung wala’ (loyalitas) terhadap musuh-musuh Islam.

  1. Ketika penulis membantah sikap ekstrim kaum teroris-khawarij, bukan berarti penulis sejalan dengan para pengusung pemikiran Jaringan Islam Liberal (JIL), yang cenderung berloyal dan mencari muka di hadapan orang-orang kafir, dengan statemen-statemen mereka yang sebagiannya merupakan bentuk kekufuran. Maka penulis meyakini bahwa Jaringan Islam Liberal harus dibantah dan dihentikan dari segala aktivitasnya yang sesat dan menyesatkan, sebagaimana keyakinan penulis bahwa Jaringan Islam Radikal (JIR) harus dibantah dan dihentikan.Dua aliran ini memiliki pemahaman yang “kontras” tentang jihad. JIL berpendapat bahwa jihad dalam bentuk perang pada hari ini sudah tidak ada. Yang ada adalah jihad dalam bentuk menyampaikan Islam, jihad dalam bidang IPTEK, dan seterusnya. Pemikiran sejenis namun agak beda versi juga diusung oleh Ahmadiyah dan tarekat-tarekat shufiyyah.Adapun JIR memiliki pemahaman yang sangat radikal, bahwa semua individu muslim wajib berperang melawan Amerika dan sekutu, membunuh semua jenis orang kafir adalah halal, bom bunuh diri adalah termasuk jihad…dst. Paham ini banyak digandrungi oleh “harakah-harakah” Islamiyyah.

    Dua kutub yang saling bertolak belakang tersebut sama-sama salah dan sesat. Adapun Ahlus Sunnah wal Jama’ah bersikap wasath (pertengahan dan adil), termasuk dalam konsep dan pemahaman tentang jihad. Bahwa jihad itu disyari’atkan hingga Hari Kiamat, dengan ketentuan, syarat, tata cara yang telah ditentukan oleh Al Qur’an dan As Sunnah sebagaimana yang telah difahami dan diaplikasikan oleh salaful ummah, yang dalam pengaplikasiaannya harus meruju’ kepada para ‘ulama ahlus sunnah.

  2. Seiring dengan santernya isu terorisme, bermunculanlah komentator-komentator dungu (ruwaibidhah) yang menanggapi keadaan tidak di atas bimbingan Al Qur’an dan As Sunnah serta pemahaman salaf. Di antara mereka ada yang sengaja memanfaatkan kejadian tersebut untuk membuat stabilitas keamanan dalam negeri semakin tidak menentu. Dengan melemparkan tuduhan-tuduhan negatif kepada waliyyul amr, dengan menyatakan bahwa Bom Bali II sengaja diciptakan oleh pemerintah dalam rangka mengalihkan perhatian rakyat dari isu kenaikan BBM, dan masih banyak lagi komentar miring lainnya yang membuat suasana semakin carut marut dan Al Haq itu sendiri semakin samar dan rancu. Maka kami mengingatkan kepada kaum muslimin untuk tidak mendengarkan komentar-komentar sesat dan menyesatkan itu, dan mengembalikan jawaban permasalahan ini kepada para ‘ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.
    Kemunculan para ruwaibidhah itu telah dikabarkan oleh Rasulullah , sebagaimana disebutkan dalam hadits yang dibawakan oleh shahabat Abu Hurairah RA:

Janganlah kita merasa sok pintar dan sok tahu. Jangan sekali-kali meremehkan para’ulama. Rasulullah telah mewanti-wanti kita dalam haditsnya:

“Tidak termasuk golongan umatku siapa saja yang tidak menghormati orang-orang sepuh (tokoh-tokoh senior) kami, tidak menyayangi orang-orang muda (awam) dan tidak mengetahui hak-hak para ‘ulama kami.” [Ahmad]

Akhir kata, semoga apa yang penulis sajikan ini bisa bermanfaat bagi kaum muslimin, dan semoga ini dicatat di sisi Allah sebagai amal shalih yang diterima di sisi-Nya. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

Jember, 25 Syawwal 1426 H
27 November 2005 M

    
SITUS RESMI MEREKA ADALAH TERORIS is based on WordPress