Jika kondisi generasi awal kaum Khawarij tersebut tidak rela terhadap keadilan generasi awal umat ini, apakah ada seorang yang kemudian mengira bahwa anak keturunan mereka dari kaum neo-khawarij masa kini akan rela terhadap kepemimpinan orang-orang yang tingkatannya di bawah tingkatan generasi awal tersebut, yang secara keutamaan dan keilmuan tentu di bawah keutamaan dan keilmuan generasi awal tersebut, yaitu para penguasa di masa kita ini?!

Maka jawabannya adalah: Tentu hal itu tidak membutuh-kan pembahasan dan penelitian dalam buku-buku, dan tidak pula membutuhkan penelitian ulang. Janganlah seorangpun mengira bahwa paham kaum Khawarij serta aqidah mereka telah sirna dan hilang sejak masa khalifah ‘Ali bin Abi Thalib dan para shahabatnya. Tentunya hal itu tidak benar, bahkan mereka akan terus muncul secara turun-temurun hingga akhir zaman.Telah diriwayatkan oleh Al-Imam ‘Abdurrazzaq dalam kitabnya Al-Mushannaf 18655, dari Qatadah, bahwa dia berkata: “Ketika khalifah ‘Ali bin Abi Thalib mendengar kaum Al-Muhakkimah, beliau bertanya: “Siapa mereka?” Maka dijawablah: “Mereka itu adalah para qurra(orang yang ahli membaca Al-Qur`an).”Namun beliau menjawab: Mereka adalah Al-Khayyabun Al-‘Ayyabun. Dikatakan kepada ‘Ali : “Tetapi mereka menyerukan bahwa: ‘Sesungguhnya tidak ada hukum kecuali milik Allah.’Maka ‘Ali pun menjawab: “Itu adalah sebuah ucapan yang bermakna benar, tapi diinginkan di balik itu adalah suatu kebatilan.”Ketika kaum Khawarij diperangi oleh Khalifah ‘Ali bin Abi Thalib, ada seseorang yang berkata: “Alhamdulillah, Yang telah menghancurkan mereka, serta membuat kita istirahat dari kejahatan-kejahatan mereka.”Ketika khalifah ‘Ali a mendengar ucapan ini, beliau segera menjawab: “Tidak!! Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya di antara kaum Khawarij ada yang masih berada dalam tulang punggung kaum lelaki dan masih belum dikandung oleh kaum wanita. Pasti generasi akhir mereka akan muncul bagaikan Alshashan dan Jaradin.Al-‘Ayyabun dan Al-Khayyabun adalah orang-orang yang memiliki aib/cela yang banyak serta selalu merugi dan terhalangi (dari kebaikan).Ash-Shush (bentuk tunggal dari Alshashan) adalah orang jahat yang sedikit kebaikannya. [dinukil dari Lisanul ‘Arab VII/51]Jaradin adalah sebuah penyakit terkenal, yang sering menimpa hewan. [dinukil dari Lisanul ‘Arab III/119]Sebagaimana telah disinggung [pada halaman (56)] dari hadits Abu Barzah, bahwa Rasulullah berkata:

 

لاَ يَزَالُوْنَ يَخْرُجُوْنَ حَتَّى يَخْرُجَ آخِرَهُمْ“dan senantiasa mereka akan muncul, hingga munculnya kelompok mereka yang terakhir.” 1) Pada hadits ini terdapat lafazh tambahan sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (hadits no. 37917); Ahmad (IV/424); Al-Bazzar (IX/294, 305); An-Nasa‘i dalam kitabnya As-Sunanul Kubra (hadits no. 3566), kemudian dalam kitab beliau Al-Mujtaba (hadits no. 4114); Ar-Ruyani (hadits no. 766), yang lafazhnya adalah: حَتَّى يَخْرُجَ آخِرَهُمْ مَعَ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

“…hingga munculnya kelompok terakhir dari mereka (kaum Khawarij ini) bersama Al-Masih Ad-Dajjal.” 2)

Dalam hadits yang diriwayatkan dari shahabat Ibnu ’Umar radhiallahu 'anhuma bahwa Rasulullah bersabda:

يَنْشَأُ نَشْءٌ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ كُلَّمَا خَرَجَ قَرْنٌ قُطِعَ –قَالَ ابْنُ عُمَرَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: (( كُلَّمَا خَرَجَ قَرْنٌ قُطِعَ )) أَكْثَرَ مِنْ عِشْرِينَ مَرَّةً –حَتَّى يَخْرُجَ فِي عِرَاضِهِمْ الدَّجَّال

ُ“Akan muncul sekelompok pemuda yang (pandai) membaca Al-Qur‘an namun bacaan tersebut tidak melewati kerongkongannya. Setiap kali muncul sekelompok dari mereka pasti tertumpas.” Ibnu ’Umar berkata: ‘Saya mendengar Rasulullah mengulang kalimat:Setiap kali muncul sekelompok dari mereka pasti tertumpas” lebih dari 20 x.’ Kemudian beliau berkata: Hingga muncullah Ad-Dajjal dalam barisan pasukan mereka.” [HR. Ibnu Majah] 3) Dari keterangan hadits-hadits di atas, nampak jelas pada kita bahwa kelompok Khawarij senantiasa ada dan terus muncul hingga akhir zaman nanti, kelompok terakhir mereka akan muncul bersama Al-Masih Ad-Dajjal menjelang datangnya Hari Kiamat. Untuk menegaskan hal ini, Asy-Syaikh Al-’Allamah Muhammad Nashiruddin Al-Albani meletakkan bab khusus dalam kitabnya yang sangat istimewa Silsilatul Ahaditsish Shahihah ketika menghasankan hadits Ibnu ’Umar h di atas dengan judul bab: <!–[if !vml]–>استمرار خروج الخوارج <!–[endif]–> yang artinya: Kesinambungan Munculnya Kelompok Khawarij. Asy-Syaikh Al-Allamah ‘Abdul Muhsin bin Nashir Al-’Ubaikan menegaskan dalam sebuah makalahnya 4) yang beliau sampaikan dalam acara Daurah (Kajian Intensif) bersama Asy-Syaikh Al-’Allamah Shalih As-Sadlan dan Asy-Syaikh Al-Faqih Shalih Alusy-Syaikh 5) : “Dan telah disebutkan dalam sebuah hadits bahwa kaum khawarij tersebut tidaklah muncul hanya pada satu waktu tertentu saja. Bahkan mereka akan terus muncul dalam zaman yang banyak sekali, hingga munculnya mereka bersama dengan munculnya Al-Masih Ad-Dajjal.11) Kemudian beliau menyebutkan hadits Abu Barzah Al-Aslami di atas. X|Y__________________________<!–[if !supportLists]–>1) <!–[endif]–> HR. Al-Imam Al-Hakim dalam kitabnya Al-Mustadrak II/146 dari shahabat Abu Barzah Al-Aslami.<!–[if !supportLists]–>2) <!–[endif]–>Namun hadits ini dinyatakan lemah oleh Asy-Syaikh Al-Albani sebagaimana dalam kitabnya Dha’if Sunan An-Nasa‘i no. 4114. Nampaknya kelemahan ini disebabkan oleh seorang rawi yang bernama Syarik bin Syihab, sebagaimana telah dijelaskan oleh Asy-Syaikh Muqbil dalam kitab Tatabbu’-nya terhadap kitab Mustadrak Al-Hakim (II/175) hadits no. 2704 dalam Kitab Qitalu Ahlil Baghi wa huwa Akhirul Jihad. <!–[if !supportLists]–>3) <!–[endif]–>HR. Ibnu Majah 173, dari Ibnu ‘Umar h. Dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah 2455.<!–[if !supportLists]–>4) <!–[endif]–>Makalah beliau berjudul Al-Khawarij wal Fikrul Mutajaddid. Saat ini beliau menjabat sebagai Menteri Agama Kerajaan Saudi Arabia.6)  Al-Khawarij wal Fikrul Mutajaddid, hal. 17.Dari Buku : Mengidentifikasi Neo-Khawarij … hal. 106-108 dan MDMTK hal. 67-70Untuk mengetahui informasi secara lengkap dan mendetail tentang Khawarij, silahkan meruju’ pada Al-Khawarij wal Fikrul Mutajaddid. (Kitab tersebut bisa didownload disini).

    
SITUS RESMI MEREKA ADALAH TERORIS is based on WordPress